Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 17 June 2022 Kelenteng Poncowinatan, Jejak Keindahan Ragam Etnis Di Jogja
berita

Kota Yogyakarta dihuni oleh penduduk dari beragam etnis dan kepercayaan, yang salah satunya adalah etnis Tionghoa. Etnis ini mendiami Kota Yogyakarta sejak lama dan telah memiliki hubungan kekerabatan yang baik dengan Keraton Yogyakarta. Sehingga di Kota Yogyakarta terdapat kawasan dan rumah-rumah ibadah etnis Tionghoa yang dibangun.  

Rumah ibadah etnis Tionghoa yang terkenal salah satunya adalah Kelenteng Poncowinatan. Nama asli kelenteng ini sebenarnya adalah Kelenteng Kwan Tee Kiong, namun karena lokasinya berada di Jalan Poncowinatan No. 11 Yogyakarta maka juga dikenal dengan sebutan Kelenteng Poncowinatan. Kelenteng ini didirikan di atas tanah hibah dari Sultan Hamengku Buwono VII yang diberikan kepada masyarakat Tionghoa. Untuk menghormati Keraton Yogyakarta, maka kelenteng ini dibangun menghadap ke selatan.

Kelenteng Kwan Tee Kiong didirikan pada tahun 1879 dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui Permenbudpar RI No. PM.07/PW.007/MKP/2010. Kelenteng ini berbentuk persegi panjang, dindingnya terbuat dari batu bata dan tiangnya dari kayu jati. Plafon bangunan kelenteng ini terbuat dari papan kayu jati, penutup atapnya menggunakan genteng serta pada setiap sudut atap melengkung ke atas dan terdapat hiasan patung naga.

Bagian dalam Kelenteng Poncowinatan terbagi menjadi beberapa ruangan. Ruangan suci utama merupakan pusatnya, didalamnya terdapat patung Kwan Tie Koen (Dewa Keadilan), bedug, lonceng, dan alat perlengkapan ibadah lainnya yang dikelilingi ruang-ruang pemujaan dewa atau disebut altar. Altar-altar ini yang digunakan sebagai tempat ibadah sesuai dengan dewanya. Terdapat 18 altar (tempat doa) di kelenteng Poncowinatan yang dibuka untuk umum, selain itu ruang lain adalah ruang kamar penjaga kelenteng dan gudang.

Di sebelah timur ruang suci utama ada ruang pemujaan yang di dalamnya terdapat patung Fuk Ten Cen Sen (penunggu rumah). Di sebelah utara ruang suci utama (belakang) terdapat ruang pemujaan yang berisi patung Dewi Kwan Im (tengah), ruang pemujaan Sidharta Buddha Gautama (di kanan) dan ruang pemujaan Manjusri Bodhisatwa (di kiri).

Kelenteng Poncowinatan digunakan sebagai tempat pemujaan Tri Dharma yaitu Buddha, Konghucu, dan Taoisme. Upacara keagaman di kelenteng ini biasanya dilaksanakan pada hari ulang tahun kelenteng pada tanggal 24 bulan ke-6 dan tahun baru imlek. Di dekat Kelenteng Poncowinatan dahulu didirikan Sekolah Dasar Tionghoa modern bernama Sekolah Tiong Hoa Hak Tong pada tahun 1907. Sekolah yang didirikan  oleh Perserikatan Orang Tionghoa yaitu Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) itu saat ini digunakan untuk Sekolah Budya Wacana. 

Ibadah rutin di Kelenteng Poncowinatan dilakukan setiap tanggal 1 dan 15 di setiap bulan. Sementara jam operasional Kelenteng Poncowinatan dimulai dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Apabila menginginkan beribadah diluar jam tersebut maka yang bersangkutan harus membuat janji temu kepada pengurus Kelenteng Poncowinatan terlebih dahulu.



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Official Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Instagram Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yk TV
Polling
Apakah Website ini bermanfaat ?

Hasil Polling
Sangat Bermanfaat77.54%
Cukup Bermanfaat12.46%
Kurang Bermanfaat3.3%
Tidak Bermanfaat6.7%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 510 Kemarin 1749 Bulan Ini 510 Tahun Ini 256673 Total Pengunjung 1012754