Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 15 October 2021 Mainan Anak Tradisional Dari Kerajinan Tangan
berita

Banyak hal yang bisa membuat orang tertarik untuk datang keJogja, tak terkecuali wisata di kawasan Malioboro. Kawasan wisata utama di Jogja ini menyediakan berbagai barang yang bisa kita dapatkan ketika berkunjung, mulai dari baju, aksesoris, makanan, hingga souvenir khas untuk oleh-oleh. 

Satu di antara berbagai barang yang menarik dan sayang untukdilewatkan itu adalah mainan tradisional. Keberagaman bentukdan cara bermain dalam mainan tradisional ini bisa dijadikantambahan koleksi anak. Di samping dapat meningkatkankemampuan motorik dan menambah kreativitas anak anak dalammembangun interaksi antar teman sebaya. Lebih dari itu, kandungan moral dan nilai-nilai dalam permainan tradisionaldapat mendidik anak seperti membangun kecerdasan sosialemosional dan berbagai karakter positif lainya.

Mainan tradisional ini dapat ditemui jalan Malioboro ketikaberkunjung ke Jogja, tepatnya di sebelah utara pasar Beringharjo. Bahan dasar pembuatan mainan tradisonal ini terbuat dari kayuatau bambu yang dirangkai sedemikian rupa hingga membentukmainan, sehingga aman untuk dimainkan anak-anak. Denganharga yang relatif murah, kisaran Rp 15.000 hingga Rp 50.000 ribubisa mendapatkan mainan seperti kincir angin, klintingan, ketapel, pitol-pistolan, angklung kecil, gasing yang terbuat daribambu, miniatur pesawat dan kapal dari kayu, serta mainankayu yang dibentuk karakter SpongeBob SquarePants denganwarna yang menarik. Tak hanya itu, hiasan seperti lonceng angin juga bisa kita dapatkan. 

Dari penuturan salah satu penjual mainan, Ibu Pasi (47), mainan-mainan itu merupakan produk kerajinan tangan sendiriyang berasal dari produksi Mandesan, Semin, Gunung Kidul,meskipun ada juga yang beliau beli kemudian dijual kembali.Bersama Ibu Pariem dan pedagang lainnya yang tergabungdalam komunitas atau Paguyuban Pedagang Suling Malioboro(PPSM), Ibu Pasi berjualan di tengah ramainya pengunjungMalioboro. Sejak tahun 1990-an, beliau sudah mulai berjualanmainan ini. Tidak hanya di Jogja, dulu sebelum pandemi, Ibu Pasi berkeliling sampai ke Surabaya bahkan hingga Madurauntuk mejajakan mainan anak tradisional ini.

Meski sempat tidak dapat berjualan karena diberlakukannyaPPKM dan penutupan Jalan Malioboro beberapa bulan lalu.Namun, saat ini sudah dapat berjualan kembal i di kawasanMalioboro. Berjualan setiap hari Jumat hingga Minggu dari pukul 06.00 hingga 20.00. Dari lokasinya yang strategis, keberadaan penjual mainan anak ini sangat mudah ditemukan di antara banyaknya kerumunan pedagang lain yang ada di kawasan Malioboro.



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Official Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Instagram Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Polling
Apakah Website ini bermanfaat ?

Hasil Polling
Sangat Bermanfaat78.03%
Cukup Bermanfaat12.73%
Kurang Bermanfaat3.41%
Tidak Bermanfaat5.84%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 1630 Kemarin 1598 Bulan Ini 50572 Tahun Ini 271512 Total Pengunjung 713283