Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 29 September 2020 Kampung Wisata Rejowinangun
berita

Kampung Wisata Rejowinangun sebagai kampung wisata yang didukung dengan 7 klasifikasi antaralain Kerajinan, Seni Budaya, Kuliner, Edukasi Agro, Souvenir, dan Sejarah menjadikan kampung ini menjadi kampung yang berpotensi dalam obyek daya tarik wisata. Secara kewilayahan Kampung Wisata Rejowinangun berada di Kelurahan Rejowinangun Kecamatan Kotagede. Kampung wisata ini sangat berdekatan dengan obyek wisata Kebun Raya Gembira Loka seperti halnya Kampung Wisata Warungboto maka Kampung Wisata Rejowinangun juga melakukan kerjasama kemitraann dengan pihak Gembira Loka yang dituangkan dalam paket gabungan.

Dengan adanya potensi dan atraksi Edukasi Agro saat ini banyak diminati dan dikunjungi oleh anak-anak sekolah maupun tamu study banding dari berbagai daerah baik dari luar DIY maupun dari berbagai pemerintah daerah diluar Jawa. Atraksi yang paling diminati antara lain kegiatan tatakelola pertanian kota, pembuatan kuliner kripik berbahan dasar aneka macam daun yang kini sudah mencapai lebih dari 200 jenis daun. Bahkan kegiatan pembuatan kripik berbahan dasar aneka macam daun konon sudah mendapatkaan pernghargaan MURI. Selain itu banyak juga  yang berminat dalam membatik dan pembuatan jamu gendong. Dibidang seni pertunjukan selain karawitan, pedalangan dan mocapat Kamupung Wisata Rejowinangun juga terdukung dengan adanya poyensi usaha kuliner yang sudah sangat populer di Kota Yogyakarta yaitu Bakmi Jowo mbah Gito. Selain itu kampung wisata ini juga terdapat usaha masyarakat yang memprodksi souvenir yang sudah tidak asing lagi di Yogyakarta yaitu kaos Dagadu asli yang berada di Jalan Gedongkuning yang masih dalam satu wilayah dengan Kampung Wisata Rejowinangun.

Dalam seni budaya adat dan tradisi Kampung Wisata Rejowinangun memiliki Gelaran Budaya Upacara Adat “Wiwitan”. Sebuah adat dan tradisi yang terkait dengan olah pertanian yaitu upacara mengawali panen padi yaitu ritual pemotongan padi dengan menggunakan alat yang disebut “Ani-ani”. Dalam tradisi tersebut dilengkapi dengan pernak pernik aneka makanan tradisional sebagai syarat kelengkapannya dan sega wiwit pun selalu hadir disana. Upacara adat tradisi wiwitan ini dirangkai dengan gelaran kirab budaya dan gelar seni pertunjukan wayang kulit sebagai ungkapan kegembiraan warga atas hasil panen yang melimpah sekaligus ungkapan rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesejahteraan yang dialami warga.



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Official Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Instagram Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Polling
Hasil Polling
Sangat Bermanfaat68.09%
Cukup Bermanfaat11.89%
Kurang Bermanfaat3.34%
Tidak Bermanfaat5.95%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 565 Kemarin 727 Bulan Ini 15361 Tahun Ini 105605 Total Pengunjung 547376