Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Pemerintah Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 08 January 2020 Ana Artine, Pameran Kain Sumbu Imajiner Yogyakarta
berita

JOGJA WELCOMES YOU - Terinspirasi dari Sumbu Imajiner Yogyakarta membuat produsen kain asal Yogyakarta bernama Artine menggelar sebuah pameran di Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta.

Pameran bertajuk Ana Artine ini menampilkan sejumlah kain koleksi dari Aritine dengan mengangkat tema Menemukan Yogyakarta, Menemukan Makna. Founder Artine Erli Faniwati mengatakan, Yogyakarta dengan sumbu imajinernya merupakan tempat yang sarat akan nilai-nilai adiluhung dan terpelihara dengan baik hingga saat ini. “Gunung Merapi, Tugu Pal Putih, Kraton Yogyakarta dan Pantai Parangtritis tidak bisa terpisahkan dan didalamnya terkandung beragam nilai filosofis,” ujar Erli Faniwati.

Erli mengungkapkan, Sumbu Imajiner merupakan penggambaran segala bentuk hubungan manusia dengan Tuhan dan lingkungan sekitarnya. Nilai filosofis sumbu imajiner itulah yang dituangkan ke dalam desain kreatif motif kain koleksi terbaru Artine. “Filosofi dari motif unik yang syarat dengan arti itu, kami implementasikan ke dalam empat seri pola kain dengan menggandeng seorang ilustrator muda bernama Aprilia Muktirina,” jelasnya.

Ana Artine dalam bahasa Jawa dapat diartikan sebagai “memiliki makna”. Tujuan diadakannya pameran ini adalah mengajak masyarakat untuk bersama-sama memahami makna di balik kebudayaan, epos, atau nilai-nilai yang dapat kita jumpai sehari-hari. “Bagi Artine ini merupakan sesi pertama dalam rangkaian pameran produknya. Kelak akan ada tema seputar Yogyakarta lain yang akan dikeluarkan oleh Artine pada season berikutnya,” ungkap Erli.

Brand Development Acuan Kreatif Roro Tyas selaku Pengkonsep Pameran Artine menuturkan, Aprilia Muktirina sukses menggambarkan detil filosofi sumbu imajiner Yogyakarta ke dalam tiap motif kain yang dipamerkan. “Aprilia menggoreskan seluruh simbol dan filosofi sumbu imajiner Yogyakarta ke dalam sebuah produk kain yang dapat dipahami dan dinikmati dengan mudah oleh masyarakat luas,” tuturnya

Roro menjelaskan, Artine memilih teknik cetak Direct To Garment (DTG) dalam kain berbahan katun miliknya. Dicetak dengan ragam ukuran yang bervariatif dengan menggunakan pola warna yang merupakan warna dasar bumi seperti merah, coklat dan sebagainya.

“Walau ada kriteria khusus, namun kami membebaskan Aprilia untuk mengeksplorasi tema yang ditentukan. Kriteria dalam hal ini lebih kedalam cara penyampaian dan warna yang sesuai dengan konsep utama Artine,” jelasnya.

Pameran kain Ana Artine berlangsung mulai tanggal 4-11 Januari 2020 dengan jam buka pameran mulai pukul 09.00- 21.00 WIB.



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Taman Pintar Kota Yogyakarta CCTV Malioboro
Polling
Hasil Polling
Sangat Bermanfaat68.27%
Cukup Bermanfaat12.1%
Kurang Bermanfaat3.39%
Tidak Bermanfaat6.05%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 266 Kemarin 495 Bulan Ini 15537 Tahun Ini 140953 Total Pengunjung 407764