Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Pemerintah Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 15 January 2020 Flashmob Golek Menak Hebohkan Selasa Wagen
berita

JOGJA WELCOMES YOU - Pukul 16.30 WIB, suasana sisi Barat Titik Nol Yogyakarta tepatnya di depan Monumen Batik  seketika berubah pada saat sekumpulan orang berdatangan dari segala arah dengan gaya menari.

Mereka terdiri dari pria dan wanita baik muda maupun dewasa, tanpa menghiraukan ratusan warga yang sedang menikmati Selasa Wagen mereka terus menari.

Melihat gerakan tari yang cukup energik, tidak sedikit dari warga yang akhirnya tertarik untuk ikut menari bersama.  Walaupun banyak warga kesulitan mengikuti gerakan namun tidak menyurutkan keinginan untuk berpartisipasi.

Sekumpulan orang tersebut ternyata sedang mempersembahkan flashmob tarian dengan judul Ragam Tari Golek Menak Gaya Yogyakarta.

Dimulai dengan empat orang memainkan wayang golek lalu tidak lama kemudian terdengar suara terompet yang biasa dipakai pasukan bregada serta suara  gending gamelan bersahutan.

Lambat laun jumlah penari pun bertambah banyak, memenuhi hampir seluruh Monumen Batik. Terlebih pada saat salah satu keluarga Kraton Yogyakarta yaitu Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro ikut menari bersama.

Dengan mengenakan baju santai berupa kaos lengan pendek dan sepatu kets, KPH Notonegoro terlihat sangat bersemangat mengikuti setiap gerakan tari yang dibawakan.

Suasana acara flashmob yang digagas oleh Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhamardawa Kraton Yogyakarta ini pun semakin semarak.

KPH Notonegoro mengatakan, dirinya dengan sengaja mengikuti acara yang diisi oleh anak-anak muda yang sebagiannya adalah anggota dari KPH Kridhamardawa serta masyarakat umum.

“Kegiatan ini tidak seutuhnya diisi oleh KPH Kridhamardawa akan tetapi melibatkan umum dan sengaja dibuat dengan format flashmob. Bertujuan mengundang warga untuk tertarik dan dapat menari bersama,” ujar KPH Notonegoro.

Notonegoro juga menambahkan, tarian Golek Menak Gaya Yogyakarta ini rencananya akan dibawakan pada saat acara Jumenengan Sri Sultan Hamengkubuwono X pada bulan Maret mendatang.

“Pada Jumenangan nanti tepatnya 7 Maret 2020 akan dipentaskan wayang orang Golek Menak dengan lakon Jayeng Rono Jumeneng Noto dan tarian ini akan dipentaskan didalamnya,” tambah suami dari GKR Hayu,putri ke empat Sri Sultan HB X itu.

Notonegoro juga mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta untuk dapat turut memeriahkan acara Hajad Ndalem Tinggalan Jumenengan Ndalem karena akan ada banyak acara menarik yang digelar Kraton.

“Tahun ini acara Jumenengan Ndalem cukup istimewa, karena akan ada acara Tumbuk Ageng yang cukup spesial dan seluruh warga diharapkan dapat mengikutinya,” ajak KPH Notonegoro.

Tumbuk Ageng adalah upacara siklus manusia Jawa yang diselenggarakan pada masa tua atau berumur sekitar delapan windu (64 tahun).

Setelah di kawasan Titik Nol Yogyakarta, flashmob ini dilanjutkan di Pintu Barat Kantor Gubernur DIY Kompleks Kepatihan pada pukul 17.00-17.30.

Sumber : Gudeg.net



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Taman Pintar Kota Yogyakarta CCTV Malioboro
Polling
Hasil Polling
Sangat Bermanfaat68.27%
Cukup Bermanfaat12.1%
Kurang Bermanfaat3.39%
Tidak Bermanfaat6.05%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 198 Kemarin 495 Bulan Ini 15469 Tahun Ini 140885 Total Pengunjung 407696