Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Pemerintah Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 21 Mei 2019 Taman Pintar Resmikan Zona Edukasi Pengelolaan Sampah Organik
berita

JOGJA WELCOMES YOU - Untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan dan mampu mengolah sampahnya sendiri, Taman Pintar meluncurkan Program Taman Pintar Integrated Eco Management dan Zona Pengolahan Sampah Mandiri.

Berlokasi di Dome Area Gedung Oval Taman Pintar, program ini diresmikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pada Senin, (20/5).

“Dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar lebih perduli terhadap lingkungan terutama pengelolaan sampah,” ujar Wakil Walikota Heroe Poerwadi seusai peresmian.

Ia menuturkan bahwa dengan adanya program ini juga dapat menjadi salah satu solusi akan pengurangan sampah yang belakangan menjadi masalah di Yogyakarta. Pada program ini juga masyarakat dapat melihat langsung seluruh cara pegelolaan sampah organik yang akan diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti kompos.

Program Taman Pintar Integrated Eco Management berfokus pada tiga gerakan penting yaitu konservasi air, konservasi energi listrik, dan pengolahan sampah mandiri.

Dengan tajuk Awareness, Action, Agent diharapkan dapat menjadi pembangkit kesadaran masyarakat peduli akan lingkungan dan menjadi gerakan perubahan bahwa sampah menjadi konsentrasi bersama.

Kepala Bidang Taman Pintar Jogja Afia Rosdiana menjelaskan dengan program ini masyarakat akan mendapatkan pengetahuan pengelolaan sampah yang baik dengan beberapa lokasi dan tahapan yang  berbeda.

“Zona Pengolahan Sampah Mandiri terdapat empat lokasi dengan edukasi cara mengolah sampah organik yang berlainan yaitu dengan biopori, komposter komunal, cacing, dan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF), jelasnya.

Selain itu ia juga menuturkan, nantinya masyarakat dapat langsung mempraktekan sendiri cara pengelolaan sampah yang baik dan benar setelah melalui empat lokasi tersebut. Prosesnya pun sederhana karena dirancang dengan cara yang sangat mudah agar dapat mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Setiap metode pengolahan dilengkapi dengan papan informasi detail yang menjelaskan proses yang akan dilakukan dalam pengelolaan sampah organik,” tuturnya.

Sebanyak 60% sampah Indonesia adalah sampah organik, jika pengolahan sampahnya dapat diselesaikan sendiri maka masalah sampah akan cepat teratasi.

“Pengunjung diharapkan mampu memahami proses pengolahan sampah organik yang sederhana dan mudah dilakukan,” tutup Afia.

Sumber : Gudeg.net



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Taman Pintar Kota Yogyakarta CCTV Malioboro
Polling
Apakah Website ini bermanfaat ?

Hasil Polling
Sangat Bermanfaat71.47%
Cukup Bermanfaat11.23%
Kurang Bermanfaat3.68%
Tidak Bermanfaat6.06%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 485 Kemarin 551 Bulan Ini 12374 Tahun Ini 69147 Total Pengunjung 163849