Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Pemerintah Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 08 April 2019 Menuju Keraton Milenial
berita

JOGJA WELCOMES YOU - Dengan digelarnya pameran manuskrip naskah Keraton ini untuk umum, menegaskan bahwa Keraton adalah bagian dari masyarakat Yogyakarta. Oleh sebab itu saat ini Keraton sedang digagas menuju Keraton Milenial.

Hal tersebut diungkapkan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubuwono X pada saat menutup Pameran Naskah Keraton Yogyakarta 'Merangkai Jejak Peradaban Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat' di Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sabtu (6/4).

“Konsep Keraton Milenial akan diawali dengan transparansi data dan informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui media online,” ujar Sultan.

Gagasan Keraton Milenial merujuk kepada popularitas generasi milenial yang saat ini sangat besar. Dengan tujuan agar mereka dapat lebih mengetahui Keraton Yogyakarta sebagai tempat menambah ilmu tentang sejarah Yogyakarta.

Sri Sultan HB X juga menjelaskan fungsi museum sebagai tempat pusat dokumentasi, penelitian, penyaluran ilmu, obyek wisata, suaka alam dan budaya dan penikmat seni sebagai cermin sejarah manusia.

“Museum kedepannya agar dapat menjadi tempat yang aspiratif dan atraktif agar dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya,” tutur Sri Sultan HB X.

Pada acara penutupan Pameran Manuskrip ini ditampilkan juga sebuah pagelaran wayang orang Frgamen Golek Menak dengan lakon Bedha Nagari Ngambarkustub. Fragmen yang merupakan hasil pembacaan salah satu dari 75 naskah yang kembali dari Inggris ini berasal dari Serat Menak dan Serat Iskandar tahun 1713.

Selain itu penutupan pameran juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Keraton Yogyakarta dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia Surakarta dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

MoU tersebut berisikan tentang penngembangan seni budaya sebagai pembelajaran literatur kuno melalui transliterasi ke bahasa latin dan translasi ke bahasa Indonesia serta pengembangan dalam bentuk sastra rupa, sastra tari, sastra teater atau film.

Sri Sultan HB X berharap agar pameran selanjutnya dapat dilengkapi dengan film dokumenter tentang Keraton Yogyakarta, Malioboro ataupun Kotabaru tempo dulu.

“Dengan itu generasi milenial dapat melacak jejak sejarah masa lalu agar dapat menata masa depan yang lebih maju namun tetap berakar pada budaya asli sendiri,” tutup Sultan

Sumber : gudeg.net



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Taman Pintar Kota Yogyakarta CCTV Malioboro
Polling
Apakah Website ini bermanfaat ?

Hasil Polling
Sangat Bermanfaat71.47%
Cukup Bermanfaat11.23%
Kurang Bermanfaat3.68%
Tidak Bermanfaat6.06%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 444 Kemarin 551 Bulan Ini 12333 Tahun Ini 69106 Total Pengunjung 163808