Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
admin, 20 February 2019 Klenteng Poncowinatan
berita

JOGJA WELCOMES YOU - Klenteng Kwan Tee Kiong atau lebih dikenal dengan Klenteng Poncowinatan dibangun oleh etnis Tionghoa pada tahun 1879 M. Tanahnya merupakan hibah dari Sultan Hamengku Buwono VIII. Klenteng ini menghadap ke selatan, dimaksudkan untuk menghormati Kraton Yogyakarta.

Sebagai klenteng tertua di Yogyakarta, klenteng ini dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, yaitu Sekolah Dasar Tionghoa modern pertama bernama Sekolah Tiong Hoa Hak Tong yang didirikan oleh Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) yang didirikan tahun 1907. Sekolah ini berada di sebelah barat klenteng yang saat ini digunakan sebagai Sekolah Budya Wacana.

Kompleks Klenteng terdiri atas beberapa bangunan, yaitu: Bagian tengah merupakan bangunan utama, digunakan untuk pemujaan yang terdiri dari beberapa ruang, yaitu Ruang Suci Utama yang dikelilingi ruang pemujaan lainnya, dan ruangan yang digunakan sebagai gudang dan ruang untuk tempat tinggal penjaga. Bangunan Klenteng berdenah persegi panjang, pada sudut-sudut atap melengkung ke atas, dihiasi dengan hiasan naga.

Pada ruang suci utama terdapat patung Kwan Tie Koen. Selain itu di ruang ini juga terdapat bedug dan lonceng serta alat perlengkapan ibadah lainnya. Di sebelah timur ruang suci utama terdapat ruang pemujaan yang berisi patung Fuk Tek Cen Sen. Di sebelah utara ruang suci utama (belakang) terdapat ruang pemujaan yang berisi patung dewi Kwan Im (tengah), ruang pemujaan Sidharta Budha Gautama (kanan) dan ruang pemujaan Manjusri Bodhisatwa (kiri).

Bagian barat berdiri bangunan yang dipakai untuk pendidikan. Terdiri dari ruang-ruang kelas, ruang guru yang digabung dan berbentuk bangunan-bangunan persegi panjang. Pada sudut-sudut atap melengkung ke atas. Bagian timur merupakan lapangan terbuka untuk kegiatan latihan fisik, kung fu, dan lain-lain.

Ketiga fasilitas tersebut merupakan "Pengejawantahan" dari makna Klenteng, dimana kata Klenteng berasal dari kata Tionghoa yaitu Kauw (pendidikan/belajar), Lang (orang/manusia) dan Teng (tempat/bangunan). Sehingga secara keseluruhan Klenteng (Kauw Lang Teng) mempunyai makna "Tempat Orang Belajar".

Sumber : gudeg.net



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Tautan
Jogjakota DisparDIY Official Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Instagram Resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yk TV
Polling
Apakah Website ini bermanfaat ?

Hasil Polling
Sangat Bermanfaat77%
Cukup Bermanfaat12.66%
Kurang Bermanfaat3.31%
Tidak Bermanfaat7.04%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 809 Kemarin 769 Bulan Ini 35663 Tahun Ini 206364 Total Pengunjung 962445