Website Dinas Pariwisata Seni dan Budaya, http://pariwisata.jogjakota.go.id/

Berita, Kemenbudpar Gelar Konferensi Nasional DMO

Rabu, 28 Juli 2010 Hit: 2404

Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata (Ditjen PDP) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) akan menggelar Konferensi Nasional Destination Management Organization (DMO) di Swiss-belhotel Jakarta pada 6-7 Agustus 2010. Direncanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota yogyakarta akan turut serta berpartisipasi dalam agenda dimaksud bersama sam dengan anggota dari Java Promo.  Konferensi Nasional DMO yang akan dibuka Sekjen Kemenbudpar Drs. Wardiyatmo, M.Sc. dilanjutkan dengan program kebijakan DMO oleh  Dirjen PDP Firmansyah Rahim ini,  dimaksudkan untuk meningkatkan keterpaduan dan kualitas pengelolaan destinasi dalam kegiatan Destination Management System melalui konsep DMO. Kegiatan konferensi juga untuk menyusun pola pembentukan dan pengembangan, menyusun indikator, kreteria dan model pengembangan serta pengelolaan destinasi melalui konsep DMO.

"Dalam konferensi nasional DMO digunakan sebagai sharing best practices DMO dari sejumlah pengelola destinasi pariwisata di antaranya Swisscontact Indonesia yang mengembangkan destinasi pariwisata Flores, NTT," kata Firmansyah Rahim Dirjen PDP dalam jumpa pers sehubungan akan digelar Konferensi Nasional DMO di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (21/7). 

 Menurut Winarno Sudjas, dari Konferensi Nasional DMO ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah rumusan pola pengelolaan destinasi secara terpadu serta teknik-teknik pengelolaan destinasi yang nantinya akan disosialisasikan kepada stekeholder. Hasil konferensi juga akan digunakan untuk mempercepat pembentukan dan pengembangan 15 DMO di Indonesia dalam lima tahun ke depan 2010-2014, kata Winarno seraya mengatakan, ke 15 DMO yang dikembangkan yakni Kota Tua Jakarta, Pangandaran, Danau Toba, Bunaken, Tana Toraja, Mentawai, Bukittinggi, Borobudur, Rinjani, Raja Ampat, Wakatobi, Tanjung Puting, Derawan, Danau Batur-Kintamani, dan Pulau Komodo-Kelimutu-Flores serta Bromo-Tengger-Semeru.

Kegiatan Konferensi Nasional DMO menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan ahli, praktisi, akademisi, pejabat pemerintah, LSM, serta tokoh masyarakat  yang terlibat langsung dalam DMO. Di antara pembicara ahli dari luar negeri antara lain Alaistair Morrison (Pakar tourism dan marketing hospitality) dengan topik The Future, Trends and Best Practice of DMO, Dr. Cesar Castaneda (Director of Operation ad CED) Work Model of SMED and DMO, Benefits from SMED implementation, dan Jurgen Nauber (Coordinator Consulting Unit on Tourism and Biodiversity-UNWTO) Destination Management (International Perspective).

Pembicara dari dalam negeri antara lain Prof.Yuwana Mardjuka (Pakar pariwisata dari Universtias Multimedia Nusantara dan Universitas Parahiyangan Bandung), DR. Myra P. Gunawan (Pakar Pariwisata ITB), I.Gede Ardika (Mantan Menbudpar), Prof.Dr.Djanianton Damanik (Pakar pariwisata dari Puspar UGM). Kalangan praktisi akan menyampaikan best practice DMO di antaranya Flores, Rinjani Track Management, Pangandaran, Toba, Bunaken, Gunung Leuser, BTDC Bali, serta pengelola desa wisata di sekitar Candi Borobudur, Jateng. (Pusformas)

 

sumber : www.budpar.go.id/page.php