Website Dinas Pariwisata Seni dan Budaya - Mari Jelaskan Struktur Baru Kemenparekraf Di Komisi X Dpr

Jajak Pendapat Setujukah anda dengan pengembangan Kawasan Bantaran Sungai Code sebagai kawasan wisata alternative ?

Sangat setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak setuju
Sangat tidak setuju

    LihatPemilih: 3861

Login
 
Username  
Password  
 
Potret

Slamet Rahardjo, Maestro Pembuat Blangkon

Slamet Rahardjo, Maestro Pembuat BlangkonBlangkon adalah tutup kepala yang digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik Tidak ada catatan sejarah yang dapat menjelaskan asal m

Berita

Mari Jelaskan Struktur Baru Kemenparekraf di Komisi X DPR
Hit: 2831

Mari Jelaskan Struktur Baru Kemenparekraf di Komisi X DPR

Menteri  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menjelaskan stuktur organisasi baru di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi X DPR-RI  di Gedung DPR Jakarta, Kamis malam (19/1).

Menparekraf didampingi Wakil Menteri Parekraf Sapta Nirwandar serta sejumlah pejabat Eselon Satu menjelaskan  struktur baru Kemenparekraf  diatur dalam Perpres No.92/Tahun 2011 yang dikeluarkan  pada 21 Desember 2011, menyusul adanya perubahaan nomenklatur dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menjadi Kemenparekraf  besarkan  reshufle Kabinet  Indonesia Bersatu II pada 19 Oktober 2011.

Dalam struktur baru  organisasi Kemenparekraf, kata  Mari  dalam Raker yang dipimpin Ketua Komisi X DPR Prof.DR.H.Mahyuddin NS,Sp.OG  terdapat  11 organisasi  eselon satu yakn;Setjen, Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Ditjen Pemasaran Pariwisata, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan Ilmu Pengetahuan, Irjen, Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, dan Staf Ahli Bidang  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Organisasi  eselon satu ini diperkuat  dengan 37 organisasi eselon dua di antaranya ada yang baru, penambahan fungsi, serta perubahan nomenklatur. Misalnya, di Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata terdapat panambahan fungsi pada Direktorat Perancangan dan Investasi Destinasi Pariwisata serta Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Even. Sementara  organisasi Ditjen Pemasaran Pariwisata terdapat tiga perubahan nomenklatur yakni Direktorat Pengembangan Pasar & Informasi Pariwisata, Direktorat Promosi Citra Indonesia, dan Direktorat Promosi, Konvensi, Insentif, Even & Minat Khusus.

Untuk kelompok industri kreatif, perubahan nomenklatur dilakukan pada Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film (NBSF) menjadi Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, sedangkan yang baru adalah Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek yang diperkuat dengan 4 organisai eselon dua yakni Setditjen, Direktorat Konten Media dan Multimedia, Direktorat Desain dan Arsitektur, dan Direktorat Harmonisasi Kebijakan dan Fasilitasi.

Sementara untuk Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata (Badan Pengembangan Budpar) mengalami perubahan nomenklatur menjadi Badan Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan diperkuat  satu  organisasi eselon dua yang baru yakni Puslitbang Kebijakan Ekonomikreatif dan dua organisasi sebagai penambahan fungsi yakni Pusbang SDM Parekraf dan Pusat Kompetensi Parekraf. (Puskompub)

HALAMAN : 1

Link
Portal Pemkot Jogja TIC JOgja kota Taman pintar HPI Yogyakarta ASITA JOGJA JogjaCarnival kemenbudpar DIMAS DIAJENG Wisata Gunung api Purba Nglanggeran taman budaya Gudegnet jogjadotcom visitingjogja tasteofjogja yogyes Tour Jagja kampung wisata dipowinatan fmi Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta Java Promo Ruparagam sonobudoyo jogja trip TPO cokro tela cake Purawisata

Hak Cipta © Badan Informasi Daerah

Pemerintah Kota Yogyakarta - 2007.