Website Dinas Pariwisata Seni dan Budaya - Strategi Promosi Wisata Perlu Keterpaduan

Jajak Pendapat Setujukah anda dengan pengembangan Kawasan Bantaran Sungai Code sebagai kawasan wisata alternative ?

Sangat setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak setuju
Sangat tidak setuju

    LihatPemilih: 3903

Login
 
Username  
Password  
 
Potret

Slamet Rahardjo, Maestro Pembuat Blangkon

Slamet Rahardjo, Maestro Pembuat BlangkonBlangkon adalah tutup kepala yang digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik Tidak ada catatan sejarah yang dapat menjelaskan asal m

Artikel

Strategi Promosi Wisata Perlu Keterpaduan
Hit: 13654

Strategi Promosi Wisata Perlu Keterpaduan

Oleh Drs. H. KOEN SOEKARNO, M.B.A

http://www.pikiran-rakyat.com - STRATEGI adalah melakukan sesuatu yang benar (Winardi: 1977). Dikaitkan dengan promosi pariwisata, kondisi antara daerah satu dengan daerah lain atau negara lain akan berbeda. Oleh karena itu, strategiharus berdasarkan hasil penelitian. Bukan asal buat brosur, leaflets guide books, dan lain-lain. Dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, promosi harus dilaksanakan secara koodinatif. Terutama dari unsur swasta (usaha pariwisata) sebagai "pelayan" terhadap kunjungan wisatawan.

Sungguh tepat moto "Saptapesona", karya Alm. Soesilo Soedarman (Mantan Menparpostel). Bagaimana wisatawan akan berkunjung ke suatu objek wisata (walau unggulan) bila kondisi negara tersebut tidak aman, tidak tertib, banyak kekacauan, unjuk rasa, dan penculikan. Menurut perhitungan ekonomi, sebenarnya kondisi "krismon" akan lebih menguntungkan pihak wisatawan yang membawa dolar (USD), karena nilai kurs lebih tinggi dibanding rupiah. Tetapi kenyataannya, tingkat hunian rata-rata di bawah 50% saat ini. Penyebab inilah menjadikan bisnis jasa wisata lesu, terjadi PHK, pensiun sementara bagi karyawan hotel.

Menurut pengamatan, calon wisatawan dari negara asal (generating area), lebih banyak tahu tentang kondisi yang sedang terjadi di tanah air sekarang ini, berkat kemajuan teknologi informasi. Mereka memantau dari internet, atau e-mail. Dulu, ketika dunia informasi belum "dijajah" internet, motivasi wisatawan benar-benar bersih belum dikotori oleh berita kerusuhan. Mereka ingin tahu (cruocity) tentang kebudayaan dan alam Bali, Keraton Yogya, Saung Angklung Ujo, Gunung Tangkuban Perahu, dll. Di tahun 1978-1996 merupakan boom bagi pariwisata Indonesia.

Pertanyaannya sekarang, langkah strategi apa yang harus segera dikerjakan? Mampukah tahun 2005, kita meraih wisman 11 juta?

Kita harus mengevaluasi secara total semua sektor yang terkait dalam bidang pariwisata, termasuk lembaga pendidikan pariwisata. Misalnya, Stiepar Yapari Aktripa. Meski merupakan lembaga pendidikan tinggi pariwisata tertua di Indonesia bahkan sudah "go internasional" dengan melakukan praktik kerja di Singapura, tetap tidak bisa bekerja sendiri.

Stiepar Yapari Aktripa tentunya harus bekerja sama dengan lembaga sejenis seperti STP Bandung atau sekira 50 lembaga pendidikan tinggi pariwisata lainnya yang tergabung dalam Hildiktipari. Kerja sama tersebut termasuk dengan pemda (diparda) yang memiliki aset pariwisata atau objek wisata daerah, kanwil departeman pariwisata, seni dan budaya, serta BP3I (Badan Penyelenggara Promosi Pariwista Indonesia).

Para lulusan sekolah pariwisata harus diberi kesempatan sebagai perencana dan pelaksana, terutama penyusun strategi promosi pariwisata secara integral, dan sebagai tenaga perencana pembangunan kawasan pariwisata. Memang memprihatinkan, masih sedikitnya tenaga lulusan pariwisata yang diberi kesempatan berkarya di diparda, kanwil, atau instasi yang berkaitan dengan pariwisata.

Jadi, bila kurang sukses pariwisata, harus mencari akar permasalahannya. Misalnya, kembali kepada teori strategi promosi yang tak semata "menjual" objek wisata, tapi dengan "pembinaan" lebih penting. Baik pembinaan kepada objek itu sendiri maupun faktor pendukungnya seperti lingkungan, masyarakat, serta aspek keamanan, kebersihan, dan ketertiban. Kalau kondisi tersebut belum kondusif, jangan dulu "dijual" karena bisa membuat pembeli kecewa.

HALAMAN : 1 2

Link
Portal Pemkot Jogja TIC JOgja kota Taman pintar HPI Yogyakarta ASITA JOGJA JogjaCarnival kemenbudpar DIMAS DIAJENG Wisata Gunung api Purba Nglanggeran taman budaya Gudegnet jogjadotcom visitingjogja tasteofjogja yogyes Tour Jagja kampung wisata dipowinatan fmi Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta Java Promo Ruparagam sonobudoyo jogja trip TPO cokro tela cake Purawisata

Hak Cipta © Badan Informasi Daerah

Pemerintah Kota Yogyakarta - 2007.